Aku Mulai Menikmati Hari yang Biasa Saja
Aku Mulai Menikmati Hari yang Biasa Saja
Dulu aku selalu merasa hidup harus terasa besar supaya berarti.
Harus ada pencapaian.
Harus ada sesuatu yang spesial.
Harus ada kemajuan setiap hari.
Kalau tidak, aku merasa gagal.
Aku terlalu sibuk mengejar sesuatu sampai lupa menikmati hidup itu sendiri.
Padahal sebagian besar hidup ternyata bukan tentang momen besar.
Hidup lebih sering datang dalam bentuk hal-hal kecil yang sederhana.
Bangun pagi tanpa rasa sesak.
Minum kopi pelan-pelan.
Mendengar lagu yang tepat di waktu yang tenang.
Pulang tanpa merasa terlalu lelah secara emosional.
Hal-hal kecil yang dulu sering aku anggap biasa saja.
Karena dulu aku selalu merasa:
“Aku harus jadi lebih.” “Aku harus sampai ke sesuatu.” “Aku nggak boleh diam.”
Dan tanpa sadar, aku hidup terus-menerus dalam rasa terburu-buru.
Sampai akhirnya aku capek sendiri.
Capek mengejar versi hidup yang terlihat sempurna.
Capek merasa hidupku kurang hanya karena terlihat sederhana.
Lalu perlahan aku mulai belajar sesuatu:
Mungkin hidup yang tenang juga bentuk kebahagiaan.
Mungkin hari yang biasa saja sebenarnya tidak seburuk itu.
Karena semakin dewasa, aku mulai sadar…
damai itu mahal.
Bisa tidur tanpa overthinking adalah nikmat.
Bisa makan tanpa merasa cemas adalah nikmat.
Bisa menjalani hari tanpa perang di kepala sendiri adalah nikmat.
Dan sekarang aku mulai lebih menghargai hal-hal kecil itu.
Aku tidak lagi terlalu keras memaksa hidup harus selalu luar biasa.
Kadang cukup:
- hati yang sedikit lebih tenang
- pikiran yang tidak terlalu ramai
- dan hari yang berjalan pelan tanpa banyak drama
Aneh ya…
dulu aku terus mencari hidup yang “lebih”.
Sekarang aku cuma ingin hidup yang terasa ringan.
Komentar
Posting Komentar