Malam Selalu Membuat Perasaanku Lebih Jujur
Malam Selalu Membuat Perasaanku Lebih Jujur
Aku nggak tahu kenapa…
tapi setiap malam datang, semuanya terasa lebih nyata.
Perasaan yang siang tadi bisa aku sembunyikan, tiba-tiba muncul lagi pelan-pelan.
Pikiran yang tadi berhasil aku abaikan mulai berbicara lebih keras.
Dan saat dunia mulai sunyi, aku jadi lebih jujur pada diriku sendiri.
Tentang rasa capek yang sebenarnya belum hilang.
Tentang hal-hal yang masih aku pikirkan diam-diam.
Tentang luka yang ternyata belum benar-benar sembuh.
Malam punya cara aneh untuk membuka semua yang kita tahan sepanjang hari.
Siang hari aku bisa terlihat baik-baik saja.
Bisa tertawa.
Bisa sibuk seperti tidak ada apa-apa.
Tapi malam…
malam membuatku sadar kalau ada banyak hal di dalam diri yang belum selesai.
Aku mulai mengingat hal-hal kecil.
Pesan lama.
Kenangan lama.
Orang-orang yang pernah membuatku merasa nyaman lalu pergi perlahan.
Dan semuanya terasa lebih emosional saat suasana sudah terlalu sunyi.
Kadang aku bertanya:
“Kenapa malam selalu terasa lebih berat?”
Mungkin karena malam tidak memberi banyak distraksi.
Tidak ada keramaian untuk menutupi isi kepala.
Tidak ada kesibukan untuk membuat kita lupa sebentar.
Yang tersisa cuma:
- diri kita
- isi hati kita
- dan semua hal yang selama ini kita hindari
Dan jujur… itu melelahkan.
Tapi akhir-akhir ini aku mulai melihat malam dengan cara yang berbeda.
Mungkin malam bukan datang untuk menghancurkan kita.
Mungkin malam cuma memberi ruang supaya kita akhirnya mendengar diri sendiri.
Tentang apa yang sebenarnya kita rasakan.
Tentang apa yang sebenarnya kita butuhkan.
Tentang betapa lelahnya kita selama ini.
Dan mungkin… menjadi lebih emosional di malam hari bukan berarti lemah.
Kadang itu cuma tanda bahwa hati kita terlalu lama dipaksa diam sepanjang hari.
Komentar
Posting Komentar