Aku Terlalu Sering Berbicara Dengan Pikiranku Sendiri

 

Aku Terlalu Sering Berbicara Dengan Pikiranku Sendiri

Akhir-akhir ini aku sadar satu hal:

Aku terlalu sering berbicara dengan pikiranku sendiri.

Bahkan saat semuanya sunyi, kepalaku tetap ramai.

Ada percakapan yang terus berjalan tanpa henti di dalam sana.
Tentang hal yang belum terjadi.
Tentang ketakutan yang belum tentu nyata.
Tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang terus diputar ulang.

Dan anehnya… aku sering lebih sibuk hidup di dalam kepala sendiri daripada di dunia nyata.

Aku memikirkan ulang hal kecil terlalu lama.
Menganalisis nada bicara orang.
Mengingat percakapan yang sebenarnya sudah selesai sejak lama.

Kadang aku bahkan menciptakan masalah yang belum tentu ada.

Yang paling melelahkan bukan pikirannya saja.
Tapi karena aku tidak pernah benar-benar bisa berhenti.

Saat orang lain tidur, pikiranku masih berbicara.
Saat hariku terlihat biasa saja, isi kepalaku tetap mencari sesuatu untuk dikhawatirkan.

Dan lama-lama aku merasa asing dengan rasa tenang.

Aku terlalu terbiasa hidup bersama suara-suara di kepala sendiri.

Sampai suatu malam aku sadar:

Mungkin aku terlalu lama memendam semuanya sendirian.

Jadi pikiranku mengambil alih semua ruang yang kosong.

Dia terus berbicara karena aku tidak pernah benar-benar memberi diriku istirahat.

Dan sejak itu aku mulai belajar sesuatu yang sederhana:

Aku tidak harus mendengarkan semua yang dikatakan pikiranku.

Tidak semua ketakutan adalah kenyataan.
Tidak semua skenario buruk akan terjadi.
Dan tidak semua hal harus aku pahami malam ini juga.

Sekarang saat pikiranku mulai terlalu ramai, aku mencoba berhenti sebentar.

Tarik napas pelan.
Diam sejenak.
Kembali ke hal-hal kecil yang nyata.

Karena mungkin…
aku tidak benar-benar butuh semua jawaban.

Aku cuma butuh sedikit tenang di dalam kepala sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kadang Aku Cuma Ingin Istirahat Dari Isi Kepala Sendiri

Belajar Hidup Pelan Tanpa Merasa Tertinggal

Aku Mulai Menikmati Hari yang Biasa Saja