Aku Terlihat Tenang, Padahal Kepalaku Nggak Pernah Benar-Benar Diam
Aku Terlihat Tenang, Padahal Kepalaku Nggak Pernah Benar-Benar Diam
Banyak orang bilang aku terlihat tenang.
Jarang marah.
Jarang banyak bicara.
Terlihat santai menjalani semuanya.
Padahal yang mereka lihat cuma bagian luarnya saja.
Mereka nggak tahu kalau di dalam kepala, aku hampir nggak pernah benar-benar diam.
Ada banyak hal yang terus berjalan di sana setiap hari.
Pikiran kecil yang berubah jadi besar.
Ketakutan yang muncul tiba-tiba.
Kemungkinan buruk yang terus diputar bahkan sebelum sesuatu terjadi.
Dan semuanya terasa melelahkan karena nggak pernah berhenti sepenuhnya.
Aku terlalu sering terlihat baik-baik saja…
padahal isi kepalaku sedang ribut sendiri.
Aku bisa tetap tersenyum sambil overthinking semalaman.
Bisa tetap ngobrol seperti biasa sambil diam-diam merasa sesak di dalam.
Kadang aku sendiri capek dengan pikiranku.
Karena bahkan saat hidup sedang tenang, kepalaku tetap mencari sesuatu untuk dikhawatirkan.
Aku terlalu sering hidup di kemungkinan.
Terlalu sering memikirkan “bagaimana kalau”.
Terlalu sering mencoba mempersiapkan rasa sakit sebelum rasa sakit itu benar-benar datang.
Dan tanpa sadar, aku jadi sulit menikmati hidup yang sedang terjadi sekarang.
Sampai akhirnya aku sadar satu hal:
Tenang di luar belum tentu tenang di dalam.
Ada orang yang terlihat kuat tapi sebenarnya lelah.
Ada orang yang terlihat diam tapi pikirannya terlalu ramai.
Ada orang yang terlihat biasa saja… padahal sedang berusaha keras bertahan dari isi kepalanya sendiri.
Termasuk aku.
Sekarang aku mulai belajar untuk tidak memaksa diriku selalu terlihat baik-baik saja.
Aku mulai menerima kalau aku juga manusia yang bisa capek.
Bisa takut.
Bisa butuh istirahat dari pikirannya sendiri.
Dan mungkin…
Komentar
Posting Komentar