Healing Ternyata Dimulai Saat Aku Berhenti Memusuhi Diriku Sendiri

 

Healing Ternyata Dimulai Saat Aku Berhenti Memusuhi Diriku Sendiri

Aku pernah berpikir healing itu tentang menjadi versi baru dari diriku.

Versi yang lebih kuat.
Lebih tenang.
Lebih dewasa.
Versi yang tidak overthinking lagi.
Versi yang tidak gampang sedih lagi.

Jadi aku terus mencoba memperbaiki diriku tanpa henti.

Aku memaksa diriku cepat sembuh.
Memaksa diriku cepat baik-baik saja.
Memaksa diriku berhenti merasa lemah.

Dan tanpa sadar… aku malah semakin lelah.

Karena ternyata selama ini aku tidak benar-benar sedang healing.

Aku cuma terus perang dengan diriku sendiri.

Aku marah saat pikiranku terlalu ramai.
Aku membenci diriku saat merasa sedih terlalu lama.
Aku kecewa setiap kali aku tidak sekuat yang aku harapkan.

Aku memperlakukan diriku seperti masalah yang harus segera diperbaiki.

Padahal mungkin… aku cuma manusia yang sedang capek.

Sampai suatu hari aku sadar sesuatu yang pelan-pelan mengubah semuanya:

Healing mungkin bukan tentang menjadi orang baru.

Healing mungkin dimulai saat aku berhenti memusuhi diriku sendiri.

Saat aku berhenti berkata kasar di dalam kepala.
Saat aku mulai mendengarkan diriku dengan lebih lembut.
Saat aku tidak lagi merasa harus sempurna supaya pantas dicintai.

Dan jujur… itu tidak mudah.

Ada hari di mana pikiranku masih ramai.
Masih ada malam yang terasa berat.
Masih ada rasa takut yang datang tiba-tiba.

Tapi sekarang aku tidak lagi membenci diriku karena itu.

Aku mulai belajar menemani diriku sendiri dengan lebih sabar.

Belajar berkata:

“Nggak apa-apa kalau hari ini berat.” “Nggak apa-apa kalau aku masih proses.” “Nggak apa-apa kalau aku belum sepenuhnya sembuh.”

Karena ternyata menjadi lembut pada diri sendiri bisa sangat menenangkan.

Dan mungkin untuk pertama kalinya…

aku tidak lagi ingin menjadi seseorang yang sempurna.

Aku cuma ingin menjadi seseorang yang bisa hidup lebih damai dengan dirinya sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kadang Aku Cuma Ingin Istirahat Dari Isi Kepala Sendiri

Belajar Hidup Pelan Tanpa Merasa Tertinggal

Aku Mulai Menikmati Hari yang Biasa Saja