Yang Paling Melelahkan Adalah Pura-Pura Kuat Setiap Hari
Yang Paling Melelahkan Adalah Pura-Pura Kuat Setiap Hari
Aku mulai sadar kalau ada satu hal yang diam-diam paling menguras tenaga:
Bukan masalahnya.
Bukan hidupnya.
Tapi pura-pura kuat setiap hari.
Pura-pura tenang saat kepala penuh.
Pura-pura biasa saja saat hati sebenarnya lelah.
Pura-pura nggak apa-apa hanya supaya nggak dianggap lemah.
Dan semakin lama dilakukan… semakin terasa berat.
Aku terlalu terbiasa jadi orang yang bilang:
“Aku gapapa.”
Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Ada banyak malam di mana aku capek sendiri dengan isi kepala.
Ada banyak hari di mana aku cuma bertahan karena nggak tahu harus bagaimana lagi.
Tapi aku tetap tersenyum.
Tetap menjawab “baik”.
Tetap mencoba terlihat normal di depan semua orang.
Karena entah kenapa, menjadi kuat terasa seperti kewajiban.
Aku takut merepotkan orang lain.
Takut dianggap terlalu sensitif.
Takut kalau aku jujur tentang perasaanku, semuanya malah terasa lebih nyata.
Jadi aku memilih diam.
Padahal diam terlalu lama juga melelahkan.
Yang paling sakit kadang bukan karena tidak ada yang peduli.
Tapi karena aku terlalu terbiasa menyembunyikan semuanya sampai tidak ada yang benar-benar tahu aku sedang seberat apa.
Dan di titik itu aku sadar sesuatu:
Mungkin aku tidak harus selalu terlihat kuat supaya tetap berharga.
Aku boleh capek.
Aku boleh merasa berat.
Aku boleh mengakui kalau ada hari di mana aku benar-benar tidak baik-baik saja.
Karena menjadi manusia bukan tentang siapa yang paling kuat bertahan sendirian.
Kadang justru keberanian terbesar adalah saat kita berhenti berpura-pura dan mulai jujur pada diri sendiri.
Dan mungkin…
Komentar
Posting Komentar