Mungkin Hidup Memang Tidak Harus Selalu Terburu-Buru Semakin dewasa, aku mulai sadar kalau sebagian besar rasa lelahku datang dari satu hal: Aku terlalu terburu-buru menjalani hidup. Aku ingin semuanya cepat selesai. Cepat berhasil. Cepat sembuh. Cepat tenang. Aku ingin hidupku segera “jadi”. Dan karena itu, aku terus menekan diriku sendiri tanpa sadar. Kalau hidup terasa lambat, aku panik. Kalau prosesnya terlalu lama, aku merasa gagal. Kalau orang lain terlihat lebih dulu sampai, aku langsung merasa tertinggal. Padahal hidup bukan perlombaan yang punya garis finish yang sama untuk semua orang. Tapi dulu aku lupa itu. Aku terlalu sibuk mengejar masa depan sampai tidak benar-benar hadir di hidupku sendiri hari ini. Sampai akhirnya aku capek. Capek hidup dalam tekanan yang aku buat sendiri. Capek merasa harus selalu bergerak supaya hidupku terlihat berarti. Dan di titik paling lelah itu, aku mulai belajar sesuatu yang sederhana: Mungkin hidup memang tidak harus selalu terburu-buru...
Komentar
Posting Komentar